Banjarmasin, Kabarmetro.co –
Perawatan tanaman menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas budidaya kangkung di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banjarmasin. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penyiraman secara teratur untuk menjaga kelembapan tanah agar tanaman tumbuh dengan baik, Senin (26/10).
Kegiatan perawatan dilakukan oleh warga binaan berinisial A dengan didampingi Petugas Seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Yoga Primajaya. Penyiraman dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanah agar kelembapannya tetap terjaga dan tanaman memperoleh kebutuhan air yang cukup selama masa pertumbuhan.
Petugas Giatja, Yoga Primajaya, menjelaskan bahwa penyiraman merupakan salah satu langkah perawatan dasar yang perlu dilakukan secara rutin dalam budidaya kangkung.
“Perawatan tanaman harus dilakukan secara konsisten, termasuk memperhatikan kelembapan tanah. Kami mendampingi warga binaan agar memahami kebutuhan air tanaman dan melakukan penyiraman sesuai kondisi tanah, sehingga pertumbuhan kangkung dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.
Kasi Giatja Lapas Banjarmasin, Bagus Paras Etika, menyampaikan bahwa kegiatan budidaya kangkung tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana bagi warga binaan untuk mempelajari teknik dasar pertanian secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, warga binaan belajar memahami tahapan perawatan tanaman dan pentingnya menjaga kondisi media tanam. Pengetahuan tersebut menjadi bagian dari keterampilan pertanian yang diharapkan dapat mereka manfaatkan untuk kegiatan produktif setelah kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala Lapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian di bidang pertanian terus didorong untuk memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
“Kami terus mendukung kegiatan pembinaan yang memberikan pengalaman kerja dan keterampilan praktis bagi warga binaan. Melalui budidaya kangkung, mereka belajar tentang ketekunan, tanggung jawab, dan proses kerja yang berkelanjutan. Kami berharap keterampilan ini dapat menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke masyarakat,” tegas Kalapas.
Sementara itu, A, salah satu warga binaan yang terlibat dalam perawatan kangkung, mengaku memperoleh pengalaman dalam memahami kebutuhan tanaman selama masa pertumbuhan.
“Saya belajar bahwa merawat kangkung tidak cukup hanya menanam, tetapi juga harus memperhatikan kelembapan tanah dan melakukan penyiraman secara rutin. Dari kegiatan ini, saya mendapat pengetahuan baru yang nantinya bisa saya terapkan ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kegiatan budidaya kangkung, Lapas Banjarmasin terus mengembangkan pembinaan kemandirian di bidang pertanian dengan melibatkan warga binaan dalam proses perawatan tanaman. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan sekaligus menumbuhkan kebiasaan kerja yang produktif sebagai bekal untuk masa depan. (Humas Lapas Banjarmasin)














