Berita

Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Keagamaan, Warga Binaan Diajak Jaga Salat dan Baca Al-Qur’an

0
×

Lapas Banjarmasin Perkuat Pembinaan Keagamaan, Warga Binaan Diajak Jaga Salat dan Baca Al-Qur’an

Sebarkan artikel ini

Banjarmasin, Kabarmetro.co –

Menjaga salat, membiasakan membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak sedekah menjadi tiga amalan yang dibahas dalam kegiatan Majelis Taklim bagi Warga Binaan Lapas Kelas IIA Banjarmasin. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baabut Taqwa, Senin (2/11), menghadirkan Ustaz Mursalim sebagai pemateri dengan mengangkat tema amalan untuk terhindar dari siksa kubur.

Dalam penyampaiannya, Ustaz Mursalim mengingatkan bahwa kehidupan dunia merupakan kesempatan bagi setiap manusia untuk mempersiapkan bekal sebelum menghadapi kehidupan akhirat. Salah satu bekal tersebut adalah menjaga salat, mengingat salat merupakan amalan pertama yang akan dihisab.

Ia juga menjelaskan keutamaan membaca Al-Qur’an. Selain menjadi bentuk ibadah, Al-Qur’an diharapkan menjadi penerang bagi seorang muslim dalam menghadapi kegelapan alam kubur. Oleh karena itu, Warga Binaan diajak untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

Amalan berikutnya adalah sedekah. Ustaz Mursalim menyampaikan bahwa sedekah memiliki keutamaan besar sebagai bekal akhirat. Kebaikan yang diberikan kepada sesama menjadi amal yang diharapkan membawa manfaat dan memberikan ketenteraman bagi seseorang ketika menghadapi kehidupan setelah kematian.

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Muhammad Ansyari, menyampaikan bahwa kegiatan Majelis Taklim menjadi bagian dari pembinaan kepribadian yang diarahkan untuk meningkatkan pemahaman keagamaan Warga Binaan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap Warga Binaan tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga terdorong untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah merupakan kebiasaan baik yang perlu terus dibangun,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa pembinaan keagamaan menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk pribadi Warga Binaan yang lebih baik. Menurutnya, kesempatan menjalani masa pembinaan juga harus dimanfaatkan untuk memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.

“Kami ingin pembinaan keagamaan memberikan dampak nyata bagi perubahan sikap dan perilaku Warga Binaan. Apa yang disampaikan dalam Majelis Taklim hendaknya menjadi pengingat sekaligus motivasi untuk memperbaiki diri, memperkuat ibadah, dan mempersiapkan bekal kebaikan untuk kehidupan mendatang,” tutur Kalapas.

Salah seorang Warga Binaan, Rusli (nama samaran), mengaku mendapatkan pengingat penting melalui materi yang disampaikan. Ia menyadari bahwa menjaga ibadah dan melakukan kebaikan perlu dibiasakan, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan keagamaan.

“Dari ceramah tadi kami diingatkan lagi supaya jangan meninggalkan salat, rajin membaca Al-Qur’an, dan jangan lupa bersedekah. Walaupun sedikit, kalau bisa dilakukan dengan ikhlas dan rutin. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperbaiki diri,” tuturnya.

Melalui kegiatan Majelis Taklim ini, Lapas Banjarmasin terus memperkuat pembinaan kepribadian melalui pendekatan keagamaan. Diharapkan, ilmu dan nasihat yang diperoleh dapat menjadi pedoman bagi Warga Binaan untuk meningkatkan kualitas ibadah, menumbuhkan kepedulian terhadap sesama, serta membangun pribadi yang lebih baik. (Humas Lapas Banjarmasin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *