Berita

Lapas Narkotika Karang Intan Fasilitasi Kebaktian Warga Binaan Nasrani untuk Perkuat Iman dan Karakter

×

Lapas Narkotika Karang Intan Fasilitasi Kebaktian Warga Binaan Nasrani untuk Perkuat Iman dan Karakter

Sebarkan artikel ini

Karang Intan, Kabarmetro.co –

Pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan terus berjalan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Salah satunya diwujudkan melalui pelaksanaan kebaktian bagi warga binaan yang beragama Nasrani. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi warga binaan untuk meneguhkan iman, menumbuhkan harapan, serta membangun karakter positif selama menjalani proses pembinaan, Selasa (07/07/2026).

Pelaksanaan kebaktian berlangsung dengan tertib dan khidmat di lingkungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan. Warga binaan mengikuti rangkaian ibadah yang meliputi pujian, pembacaan firman Tuhan, doa bersama, hingga penyampaian pesan-pesan rohani yang memberikan penguatan spiritual.
Petugas Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat), Ardian, mendampingi dan mengawasi jalannya kegiatan untuk memastikan kebaktian berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan tujuan pembinaan. Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas dalam memberikan pelayanan serta memastikan warga binaan dapat menjalankan ibadah dengan nyaman sesuai agama dan keyakinannya.

Pendeta Ester Waty memimpin jalannya kebaktian sekaligus memberikan pelayanan rohani melalui penyampaian firman Tuhan dan pesan pembinaan spiritual kepada warga binaan. Dalam penyampaiannya, ia mengajak warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan melakukan refleksi diri, memperbaiki sikap, serta membangun komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Petugas Seksi Bimkemaswat, Ardian, menjelaskan bahwa kegiatan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan kepribadian warga binaan. Menurutnya, pembinaan spiritual dapat membantu warga binaan membangun nilai positif, meningkatkan pengendalian diri, serta menumbuhkan motivasi untuk berubah.

“Kami mendampingi dan mengawasi pelaksanaan kebaktian agar kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan memberikan manfaat bagi warga binaan. Melalui kegiatan keagamaan ini, kami berharap warga binaan memperoleh penguatan mental dan spiritual sehingga semakin termotivasi untuk memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan,” ujar Ardian.

Sementara itu, Pendeta Ester Waty menyampaikan bahwa pelayanan rohani yang diberikan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi wadah untuk memberikan penguatan hati dan membangun harapan bagi warga binaan.

“Melalui firman Tuhan dan kebaktian bersama, kami ingin mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Kami berharap kegiatan ini dapat meneguhkan iman, menumbuhkan pengharapan, serta memberikan kekuatan bagi warga binaan dalam menjalani proses pembinaan,” ungkap Ester.

Salah seorang warga binaan berinisial AGT mengungkapkan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan kebaktian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan memberikan ketenangan batin sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri.

“Saya merasa lebih tenang setelah mengikuti kebaktian. Pesan yang disampaikan memberikan semangat bagi saya untuk terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan menjalani pembinaan dengan sungguh-sungguh sebagai persiapan kembali ke masyarakat,” tutur AGT.

Pelaksanaan kebaktian keagamaan menjadi salah satu bentuk komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek spiritual, mental, dan karakter warga binaan. Melalui kegiatan tersebut, Lapas terus memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan nilai-nilai positif serta membangun kesiapan diri dalam menjalani proses reintegrasi sosial.

Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan secara berkelanjutan melaksanakan berbagai program pembinaan kepribadian sesuai dengan agama dan keyakinan warga binaan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penyelenggaraan pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada perubahan perilaku agar warga binaan mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan siap memberikan kontribusi positif. (nta).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *