Karang Intan, Kabarmetro.co –
Pembelajaran Bahasa Indonesia melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk meningkatkan kemampuan literasi, mengembangkan potensi diri, serta memperluas wawasan melalui kegiatan pendidikan. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Belajar dan Ruang Kunjungan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Senin (03/08/2026).
Pelaksanaan pembelajaran tersebut diikuti oleh 18 orang warga binaan peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan 16 orang warga binaan peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket C. Kegiatan menghadirkan Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Yoshfian Rahman, yang merupakan petugas Lapas sekaligus perpanjangan tangan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Annisa Kecamatan Karang Intan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan bagi warga binaan.
Pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan literasi warga binaan, khususnya dalam memahami informasi, mengolah gagasan, serta menyampaikan pemikiran secara lisan maupun tulisan. Melalui kegiatan belajar yang interaktif, peserta didik diarahkan untuk tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pada Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, warga binaan menerima materi mengenai pembuatan pantun. Dalam pembelajaran tersebut, peserta didik mempelajari struktur pantun yang terdiri dari empat baris dengan susunan sampiran dan isi, penggunaan rima, serta pemilihan kata yang sesuai agar menghasilkan karya yang memiliki makna.
Tutor mengajak peserta didik mengembangkan kreativitas melalui penyusunan pantun dengan mengangkat berbagai tema positif, seperti nilai kehidupan, motivasi, dan pesan moral. Melalui materi tersebut, warga binaan dilatih untuk menuangkan ide, menyusun kalimat dengan baik, serta memahami bahwa bahasa dapat menjadi sarana menyampaikan pesan secara kreatif dan bermakna.
Sementara itu, warga binaan peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket C menerima materi mengenai kemampuan menemukan informasi faktual dari berbagai sumber serta menyimpulkan isi laporan hasil observasi secara objektif. Materi tersebut mengajarkan peserta didik untuk mengenali informasi berdasarkan fakta, memilah data yang relevan, serta menyusun kesimpulan berdasarkan hasil pengamatan secara sistematis.
Dalam pembelajaran tersebut, peserta didik juga mempelajari materi terkait puisi Nusantara sebagai salah satu bentuk karya sastra Indonesia. Melalui materi ini, warga binaan dikenalkan pada keberagaman karya sastra daerah yang memiliki nilai budaya, karakteristik bahasa, serta pesan kehidupan masyarakat.
Peserta didik diarahkan untuk memahami isi dan makna dalam karya sastra, menemukan informasi penting yang terkandung di dalamnya, serta menyampaikan kembali hasil pemahaman secara objektif. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan kemampuan literasi, khususnya dalam membaca, memahami, menganalisis, dan mengomunikasikan informasi.
Tutor Program Pendidikan Kesetaraan Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Muhammad Yoshfian Rahman, menyampaikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi sekaligus membangun kepercayaan diri warga binaan dalam menyampaikan gagasan.
“Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia, kami ingin warga binaan tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan membaca, menulis, memahami informasi, serta menyampaikan ide dengan baik. Materi seperti pantun, laporan hasil observasi, dan puisi Nusantara menjadi sarana untuk melatih kreativitas sekaligus kemampuan berpikir kritis,” ujar Yoshfi.
Salah satu peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket B, warga binaan berinisial SD, menyampaikan bahwa pembelajaran membuat pantun memberikan pengalaman baru dalam mengembangkan kreativitas melalui penggunaan bahasa.
“Pembelajaran hari ini menarik karena kami belajar menyusun kata menjadi sebuah pantun yang memiliki makna. Kami juga belajar bahwa Bahasa Indonesia dapat digunakan untuk menyampaikan pesan, ide, dan kreativitas dengan cara yang lebih menarik,” ungkap SD.
Sementara itu, peserta Program Pendidikan Kesetaraan Paket C, warga binaan berinisial DS, menyampaikan bahwa pembelajaran Bahasa Indonesia mengenai puisi Nusantara memberikan pengalaman baru dalam memahami karya sastra serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
“Melalui pembelajaran puisi Nusantara, kami belajar memahami makna yang terkandung dalam sebuah karya sastra, mengenal keberagaman budaya Indonesia, serta melihat bagaimana sebuah puisi dapat menyampaikan pesan dan nilai kehidupan. Materi ini membuat kami lebih menghargai karya sastra dan budaya yang ada di Indonesia,” ujar DS.
Pelaksanaan Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C menjadi bagian dari komitmen Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam memberikan pembinaan berkelanjutan melalui bidang pendidikan. Selain meningkatkan kemampuan akademik, kegiatan ini juga mendukung pengembangan keterampilan komunikasi, kreativitas, serta pola pikir positif warga binaan.
Melalui kolaborasi bersama PKBM Annisa Kecamatan Karang Intan, Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan terus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh hak pendidikan selama menjalani masa pembinaan. Pembelajaran yang diberikan diharapkan mampu menjadi bekal bagi warga binaan dalam meningkatkan kualitas diri serta mempersiapkan proses reintegrasi sosial di tengah masyarakat. (nta).













