Banjarmasin, Kabarmetro.co –
Kepedulian terhadap kondisi Warga Binaan diwujudkan melalui perhatian langsung terhadap kesehatan dan lingkungan tempat tinggal mereka. Melalui program Sapa Kasih, petugas Lapas Kelas IIA Banjarmasin menyambangi Blok D untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, memantau kebersihan lingkungan, mengecek kelengkapan papan sterek, hingga mengingatkan tata tertib kebersihan peralatan makan, Selasa (3/11).
Kegiatan diawali dengan pemantauan kondisi kesehatan Warga Binaan melalui pemeriksaan tekanan darah atau tensi. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat indikasi gangguan kesehatan yang membutuhkan tindak lanjut.
Tidak hanya kesehatan, petugas juga memeriksa kebersihan kamar hunian dan lingkungan sekitar blok. Pengecekan dilanjutkan dengan melihat kondisi papan sterek guna memastikan informasi yang tercantum tertata dan sesuai dengan kondisi penghuni kamar.
Dalam kesempatan tersebut, petugas dapur, Norliana, turut memberikan arahan mengenai kebersihan peralatan makan. Setiap kamar diingatkan untuk membersihkan ompreng setelah selesai digunakan. Selanjutnya, tamping dapur akan mengambil kembali ompreng tersebut untuk dibawa ke dapur.
“Setelah selesai makan, setiap kamar harus memastikan ompreng dibersihkan terlebih dahulu sebelum dikumpulkan. Nantinya, tamping dapur akan mengambil ompreng tersebut untuk dibawa kembali ke dapur. Kami berharap kebiasaan ini terus diterapkan agar kebersihan peralatan makan tetap terjaga,” jelas Norliana.
Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib (Portatib), Suratno, menjelaskan bahwa kegiatan Sapa Kasih menjadi bagian dari pengawasan langsung terhadap kondisi blok hunian, baik dari aspek kebersihan maupun ketertiban administrasi.
“Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan lingkungan hunian tetap bersih dan tertib, termasuk memastikan papan sterek sesuai dengan kondisi sebenarnya. Selain itu, pemantauan kesehatan melalui pemeriksaan tensi juga penting agar kondisi Warga Binaan dapat diketahui dan ditindaklanjuti apabila diperlukan,” jelas Suratno.
Kalapas Banjarmasin, Akhmad Herriansyah, menegaskan bahwa perhatian terhadap Warga Binaan harus mencakup berbagai aspek, mulai dari kesehatan hingga kondisi lingkungan tempat tinggal. Menurutnya, pemantauan langsung menjadi salah satu cara untuk memastikan pelayanan dan pengawasan berjalan dengan baik.
“Kami ingin memastikan setiap Warga Binaan mendapatkan perhatian, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan hunian. Kebersihan, ketertiban, dan pemantauan kesehatan merupakan hal yang saling mendukung dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, sehat, dan nyaman,” tutur Kalapas.
Melalui program Sapa Kasih, Lapas Banjarmasin terus mengedepankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas. Mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengecekan kebersihan, hingga pembiasaan menjaga peralatan makan, setiap langkah menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan hunian yang lebih tertib dan sehat. (Humas Lapas Banjarmasin)














