Kuliner

Sate “Bongsor” Pekalongan: Sensasi Sate Ayam Jumbo yang Digoreng Sebelum Dibakar, Harga Mulai Rp7 Ribu!

×

Sate “Bongsor” Pekalongan: Sensasi Sate Ayam Jumbo yang Digoreng Sebelum Dibakar, Harga Mulai Rp7 Ribu!

Sebarkan artikel ini
Sate Bongsor Pekalongan (Foto: istimewa)

Pekalongan, kabarmetro.co – Sate merupakan salah satu kuliner ikonik yang sudah sangat akrab di lidah masyarakat Indonesia. Namun, jika Anda terbiasa menyantap sate dengan potongan daging kecil, maka Anda wajib mencoba inovasi unik dari Kabupaten Pekalongan yang satu ini: Sate Bongsor.

Terletak di Jalan Logaten Selatan, Rowokembu, Kec. Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Warung Sate Bongsor menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda. Sesuai namanya, “Bongsor” yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti besar, sate ini hadir dengan ukuran potongan daging ayam yang super jumbo dan tidak lazim.

Proses Pengolahan yang Unik
Bukan hanya ukurannya yang mencolok, teknik memasaknya pun tergolong istimewa. Jika sate pada umumnya langsung dibakar di atas bara api dalam keadaan mentah, Sate Bongsor melewati proses panjang untuk memastikan rasa yang meresap sempurna.

Daging ayam jumbo yang telah ditusuk terlebih dahulu digoreng dalam minyak panas. Setelah setengah matang, sate tersebut diangkat dan dicelupkan ke dalam bumbu rempah rahasia. Barulah setelah itu, sate melalui proses pembakaran untuk memberikan aroma smoky yang khas. Perpaduan teknik goreng dan bakar ini menghasilkan tekstur daging yang juicy di dalam namun tetap memiliki aroma bakar yang menggugah selera.

Harga Merakyat, Menu Beragam
Meski ukurannya di atas rata-rata, harga yang ditawarkan sangat bersahabat. Pengunjung bisa menikmati sate unik ini mulai dari harga Rp7.000,00 saja per tusuknya. Selain sate ayam jumbo sebagai menu andalan, warung ini juga menyediakan berbagai menu lainnya seperti tongseng ayam, tongseng sapi dan iga bakar yang tak kalah lezat.

Kisah Perjuangan Kang Jali
Di balik kesuksesan Sate Bongsor, ada sosok Khozali, atau yang akrab disapa Kang Jali. Pemilik warung ini mengaku perjalanannya di dunia kuliner sudah cukup panjang dan berliku.

Saat diwawancarai, Kang Jali menceritakan bahwa sebelum membuka usaha sendiri, ia sempat bergonta-ganti jenis dagangan kuliner, bahkan pernah bekerja sebagai karyawan di warung sate milik orang lain.

“Saya sudah cukup lama di bidang kuliner. Pernah gonta-ganti dagangan, sampai akhirnya ikut orang jualan sate,” ujar Kang Jali pada awak media, Selasa (10/2/2026).

Setelah merasa memiliki modal yang cukup dan mental yang kuat, Kang Jali akhirnya memantapkan niat untuk membuka usahanya sendiri. Dengan tekad kuat dan inovasi pada ukuran serta rasa, Sate Bongsor kini menjadi primadona baru di kancah kuliner Pekalongan.

Bagi Anda pencinta kuliner yang sedang melintasi wilayah Wonopringgo, jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi Sate Bongsor—perpaduan ukuran jumbo, rasa rempah yang kuat, dan harga yang ramah di kantong. (Teguh)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *