Daerah

Semarak Hari Santri Jurtim 2026 Lurah Ahmad Gozali Dorong Santri Berilmu Beriman dan Mandiri Secara Ekonomi

0
×

Semarak Hari Santri Jurtim 2026 Lurah Ahmad Gozali Dorong Santri Berilmu Beriman dan Mandiri Secara Ekonomi

Sebarkan artikel ini

Tangsel,KabarMetro

Semarak Hari Santri Jurtim 2026 berlangsung meriah di Lapangan Bola Jurangmangu Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tahunan yang memasuki tahun kedua penyelenggaraan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap peran santri dan pondok pesantren dalam membangun generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, serta memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan zaman.

Lurah Jurangmangu Timur, H. Ahmad Gozali, S.Hi., M.H., mengatakan, peringatan Hari Santri yang jatuh setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang sekaligus mengapresiasi kontribusi santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, serta peran mereka dalam pembangunan bangsa hingga saat ini.

Menurut Ahmad Gozali, santri memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi penerus, termasuk calon tokoh nasional, tokoh pemuda, dan pemimpin masa depan yang memiliki landasan keagamaan serta wawasan kebangsaan.

“Kita mengetahui bersama bahwa setiap tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri Nasional. Pemerintah memberikan apresiasi kepada santri yang merupakan bagian dari perjuangan kemerdekaan, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan, bahkan sampai sekarang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Kelurahan Jurangmangu Timur memiliki banyak pondok pesantren dan santri. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah kelurahan bersama unsur masyarakat menginisiasi kegiatan Gebyar Santri sebagai agenda tahunan.

“Karena di Jurangmangu Timur ini banyak pondok pesantren dan santri, kami menginisiasi kegiatan Gebyar Santri setiap tahun. Tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaannya dan insyaallah tahun depan akan kembali kami selenggarakan. Ini merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada lingkungan kami yang memiliki banyak pondok pesantren,” kata Ahmad Gozali.

DORONG SANTRI MENGUASAI ILMU AGAMA DAN KETERAMPILAN

Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, Ahmad Gozali menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dan kemandirian ekonomi bagi para santri. Menurutnya, pendidikan pesantren saat ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama, tetapi juga mulai mengembangkan pendidikan formal dan keterampilan vokasi.

Ia mencontohkan adanya pondok pesantren yang memberikan pembelajaran keterampilan seperti tata busana dan tata boga, sehingga para santri memiliki bekal untuk mengembangkan usaha setelah menyelesaikan pendidikan.

“Kami berharap ke depan santri tidak hanya mahir dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang ekonomi. Dengan begitu, mereka dapat menjadi generasi yang mandiri dan mampu mengembangkan kewirausahaan,” tuturnya.

Sebagai bentuk dukungan, pihak kelurahan mendorong pondok pesantren untuk memanfaatkan berbagai program pelatihan dan pengusulan bantuan sarana keterampilan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), sesuai dengan ketentuan dan program yang tersedia.

Sejumlah kebutuhan yang dapat diusulkan antara lain mesin jahit dan peralatan digital printing untuk mendukung pengembangan keterampilan serta kegiatan usaha produktif di lingkungan pesantren.

Ahmad Gozali juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kelurahan, unsur keagamaan, organisasi kepemudaan, guru mengaji, majelis taklim, kader kesehatan, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan pesantren.

KARNAVAL HINGGA FESTIVAL SHOLAWAT MERIAHKAN ACARA

Semarak Hari Santri Jurtim 2026 turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang melibatkan santri dan masyarakat. Rangkaian acara diawali dengan karnaval santri yang menempuh perjalanan sekitar dua kilometer dari kawasan kampus STAN menuju lokasi kegiatan di Lapangan Bola Jurangmangu Timur.

Selain karnaval, kegiatan tersebut juga menghadirkan Gebyar Santri, tari tradisional bernuansa Islami, penampilan seni dari santri, serta peragaan busana atau fashion show yang melibatkan peserta dari tingkat RT dan RW.

Acara semakin semarak dengan Festival Selawat Majelis Taklim yang menampilkan seni religi melalui berbagai bentuk kesenian, seperti marawis, hadrah, dan kasidah. Penampilan seni dan budaya dari tiga pondok pesantren juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk menunjukkan kreativitas serta potensi para santri.

Rangkaian acara turut diisi dengan kegiatan Syiar dan Syair, pembacaan maulid, serta pertunjukan musik religi. Selain kegiatan keagamaan dan seni budaya, tersedia pula bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta wahana permainan bagi masyarakat yang hadir.

Beragam kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bertujuan mempererat silaturahmi antara santri, pengelola pondok pesantren, majelis taklim, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sekitar.

SANTRI SEBAGAI GENERASI PENERUS BANGSA

Ahmad Gozali berharap Semarak Hari Santri Jurtim dapat terus menjadi wadah untuk memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang memiliki keseimbangan antara ilmu agama, pendidikan formal, keterampilan, dan akhlak.

Menurutnya, santri merupakan salah satu unsur penting dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga beriman dan beradab.

“Dari para santri inilah kita menaruh harapan untuk generasi mendatang. Mudah-mudahan melalui pendidikan pondok pesantren, kita dapat melahirkan generasi yang berilmu, beriman, beradab, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Melalui penyelenggaraan Semarak Hari Santri Jurtim 2026, Kelurahan Jurangmangu Timur berharap sinergi antara pemerintah, pondok pesantren, dan masyarakat semakin kuat, sekaligus mendorong pesantren menjadi pusat pendidikan keagamaan, pengembangan karakter, pelestarian budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *