Tangsel-Kabarmetro.co
Pemerintah Provinsi Banten terus melakukan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan melalui program rehabilitasi dan renovasi fasilitas sekolah. Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih layak sekaligus memaksimalkan proses kegiatan belajar mengajar.
Salah satu sekolah yang saat ini mendapatkan perhatian melalui program rehabilitasi tersebut adalah SMAN 10 Kota Tangerang Selatan. Sejumlah fasilitas, di antaranya ruang guru dan ruang kelas, tengah dilakukan renovasi setelah bangunan tersebut berdiri selama kurang lebih 19 tahun tanpa rehabilitasi besar.
Kepala SMAN 10 Kota Tangerang Selatan, Drs. Usman, M.Pd., saat ditemui KabarMetro.co, Rabu (12/8/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap program rehabilitasi yang dilaksanakan melalui anggaran APBD Provinsi Banten tersebut.
Menurut Usman, rehabilitasi ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan sarana dan prasarana antara SMAN 10 dengan sekolah-sekolah lainnya, baik di Kota Tangerang Selatan maupun di wilayah lain di Provinsi Banten.
“Harapannya, tidak ada kesenjangan antara SMA yang ada di Tangerang Selatan dengan daerah-daerah lain di Banten. Selama ini SMAN 10 dalam hal pembangunan memang cukup tertinggal,” ujar Usman.
Ia mengatakan, kondisi fisik bangunan sekolah selama ini menjadi salah satu perhatian. Di tengah perkembangan pembangunan sekolah lain yang semakin baik, sebagian fasilitas di SMAN 10 masih menggunakan bangunan lama dengan kondisi yang relatif sederhana.
Dengan adanya rehabilitasi, Usman berharap tidak hanya kualitas bangunan yang meningkat, tetapi juga penampilan dan kenyamanan lingkungan sekolah secara keseluruhan.
“Ini kan muka sekolah yang dilihat oleh tamu maupun masyarakat yang datang. Kemarin pembangunan terlihat cukup timpang, sekolah lain sudah ada yang bertingkat, sementara di sini masih ada bangunan satu lantai dengan kondisi yang sederhana,” katanya.
Menurutnya, perbaikan fasilitas tersebut diharapkan memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran. Lingkungan sekolah yang lebih nyaman dan representatif dinilai dapat mendukung guru maupun siswa dalam menjalankan kegiatan pendidikan secara lebih optimal.
“Semoga dengan adanya rehabilitasi ini bukan hanya kualitas bangunan yang meningkat, tetapi juga bisa mempercantik lingkungan sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar anak-anak menjadi lebih nyaman dan kami dapat melayani masyarakat secara lebih maksimal,” tuturnya.
TARGET PENAMBAHAN RUANG KELAS.
Sementara itu, Humas SMAN 10 Kota Tangerang Selatan, Ghema Nusa Persada, menjelaskan bahwa rehabilitasi yang sedang berjalan tersebut bersumber dari APBD Provinsi Banten.
Menurut Ghema, perbaikan menjadi penting mengingat sejumlah fasilitas sekolah telah digunakan selama sekitar 19 tahun dan belum mendapatkan renovasi secara menyeluruh.
“Sekarang sedang ada perbaikan dari APBD Provinsi Banten. Rencananya memang dibaguskan karena sudah sekitar 19 tahun belum ada renovasi atau perbaikan. Alhamdulillah, tahun ini kami mendapatkan program dari provinsi,” ujar Ghema.
Selain rehabilitasi yang sedang berlangsung, pihak sekolah juga berencana melakukan pengembangan sarana dan prasarana melalui pengajuan program kepada pemerintah pusat.
Salah satu yang menjadi target adalah penambahan ruang kelas. Pihak sekolah berharap pengembangan tersebut dapat dilakukan secara bertahap sehingga kapasitas ruang belajar SMAN 10 dapat bertambah.
“Kami juga ke depan akan bekerja sama dan mengajukan program ke pemerintah pusat untuk penambahan bangunan dan ruang kelas. Mudah-mudahan tahun depan, kalau semuanya sudah terealisasi, kami bisa memiliki delapan lokal ruang kelas,” katanya.
Tidak hanya ruang kelas, SMAN 10 juga berharap kebutuhan sarana pendukung lainnya dapat dipenuhi secara bertahap, termasuk fasilitas olahraga dan aula sekolah.
“Harapannya sarana dan prasarana olahraga serta aula juga bisa terpenuhi nantinya. Jadi pembangunan ini bisa berlanjut secara bertahap,” ujar Ghema.
Program rehabilitasi tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan di SMAN 10 Kota Tangerang Selatan. Dengan fasilitas yang semakin memadai, sekolah optimistis dapat memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan representatif bagi seluruh warga sekolah.
( Okta)











