BeritaDaerahHukum/KriminalInspirasiKeuanganNasionalSulawesi Utara

Tak Ada Perhatian Dari Pemerintah, Masyarakat Tondei Raya Inisiatif Perbaiki jalan Sendiri

×

Tak Ada Perhatian Dari Pemerintah, Masyarakat Tondei Raya Inisiatif Perbaiki jalan Sendiri

Sebarkan artikel ini

MINSEL-Kabarmetro.co-Ratusan warga dari tiga desa di wilayah Tondei Raya (Tondei, Tondei Satu, dan Tondei Dua) jalan penghubung dua kecamatan kompak turun tangan memperbaiki sendiri ruas jalan Tondei–Raanan baru yang sudah lama rusak parah, Sabtu (9/5/2026)

Perbaikan dilakukan secara swadaya dan gotong royong, menggunakan material hasil kepedulian masyarakat tondei raya yang hadir hampir ratusan.Hingga pukul 9.00 pagi, tercatat sekitar 300 lebih sak semen sudah digunakan untuk mengecor bagian jalan yang berlubang, dan jumlah itu terus bertambah hingga sore hari.

 

Menurut warga, aksi ini dilakukan karena kecewa dengan janji-janji manis oleh pemerintah yang tak kunjung ditepati.

 

“Kami sudah terlalu lelah menunggu janji pemerintah pusat, dan apalagi berharap perhatian dari DPR RI atau Pemprov Sulut. Pemkab Minahasa Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Frangky Donny Wongkar juga seakan tutup mata,” ujar salah satu warga Tondei.

Padahal, ruas jalan Tondei–Raanan baru merupakan salah satu jalur lingkar utama di Kabupaten Minahasa Selatan, yang sangat vital untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga. Namun, sudah hampir dua periode tak tersentuh perbaiki dari pemerintah.

 

Sebelumnya pada tahun 2025 sudah pernah juga perbaiki sendiri, jemaat GPdI Gloria Tondei juga pernah berinisiatif memperbaiki sebagian ruas jalan yang sama dengan dana dan material sumbangan gereja serta warga.

Warga pun mempertanyakan mengapa pemerintah daerah maupun instansi terkait terkesan lalai dan tidak peduli terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka.

“Apakah negara harus terus menutup mata? Mengapa pihak PU diam saja? Tak bisakah pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan mengalokasikan dana khusus untuk jalan strategis seperti ini?” tambah warga dengan nada kecewa.

 

Aksi gotong royong ini menjadi bukti nyata semangat masyarakat untuk tidak menyerah, sekaligus tamparan keras bagi pemerintah daerah yang dinilai gagal memenuhi tanggung jawabnya terhadap pelayanan dasar publik.

 

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *