Kesehatan

Desa Mengori Darurat Sampah: Sepekan Tak Diangkut, Warga Keluhkan Bau Busuk dan Ancaman Penyakit

×

Desa Mengori Darurat Sampah: Sepekan Tak Diangkut, Warga Keluhkan Bau Busuk dan Ancaman Penyakit

Sebarkan artikel ini
Kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Mengori, Minggu (15/2/26). foto: Teguh/Kabarmetro

Pemalang, kabarmetro.co– Masalah tumpukan sampah kembali menjadi momok bagi warga di Kabupaten Pemalang. Sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) dilaporkan menggunung tanpa penanganan serius, salah satunya yang terjadi di Desa Mengori, Kecamatan Pemalang. Hingga Minggu (15/2/2026), tumpukan sampah yang didominasi limbah rumah tangga tersebut sudah hampir satu minggu tidak diangkut.

Kondisi ini menyebabkan aroma busuk yang sangat menyengat dan mengganggu aktivitas warga. Lokasi TPS yang berada tepat di pinggir jalan utama desa dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari pemukiman penduduk, membuat keresahan warga semakin meningkat.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekhawatirannya jika kondisi ini terus dibiarkan. Menurutnya, tumpukan sampah akan semakin membludak dan berisiko menimbulkan wabah penyakit.

“Sudah hampir satu minggu tidak ada upaya dari pihak terkait untuk mengangkut. Kalau dibiarkan terus, sampah akan semakin meluber ke jalan. Kami warga Desa Mengori sangat terganggu dan takut terkena penyakit. Kami berharap segera ditangani, jangan sampai ada jatuh korban atau kejadian yang tidak diinginkan baru ada tindakan,” keluhnya kepada media.

Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Desa Mengori, Suharti, menjelaskan bahwa pihak pemerintah desa tidak tinggal diam. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang.

“Senin kemarin pihak desa sudah berusaha menghubungi pihak DLH Pemalang. Namun, pihak DLH meminta kami untuk menunggu 1 hingga 2 minggu lagi karena alasan lahannya belum ada,” ujar Suharti.

Lebih lanjut, Suharti memaparkan keterbatasan yang dihadapi pihak desa dalam menangani sampah secara mandiri. Ia menyebutkan bahwa desa tidak memiliki anggaran khusus untuk pengolahan sampah maupun lahan untuk tempat pembuangan akhir.

Upaya preventif sebenarnya telah dilakukan oleh Pemerintah Desa Mengori melalui sosialisasi rutin. Dalam setiap rapat desa, seluruh ketua RT maupun RW telah diimbau untuk mengarahkan warga agar masalah sampah rumah tangga dapat diselesaikan di tingkat lingkungan masing-masing. Namun, Suharti mengakui bahwa imbauan tersebut belum berjalan efektif di lapangan.

“Kami sudah sosialisasikan ke tiap RT dan RW agar sampah rumah tangga diselesaikan masing-masing, tapi kenyataannya imbauan tersebut tidak berjalan sesuai harapan,” pungkasnya.

Kini, warga Desa Mengori hanya bisa berharap ada solusi cepat dari Pemerintah Kabupaten Pemalang agar tumpukan sampah tersebut segera dievakuasi sebelum dampak kesehatan dan kenyamanan warga semakin memburuk. (Teguh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *