Kabarmetro.co- Ribuan warga dari berbagai RT/RW memadati halaman kantor kelurahan Bojongbata, kecamatan Pemalang,untuk mengambil bantuan beras sebanyak 30 kilogram untuk setiap keluarga penerima manfaat dari pemerintah pusat melalui Bulog.
Suasana ricuh dan saling dorong nyaris tak terhindarkan akibat antrean yang terlalu padat. Ironisnya, di tengah kebahagiaan warga yang mendapat jatah, sejumlah warga lanjut usia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem justru harus pulang dengan tangan hampa karena nama mereka tidak tercatat dalam data penerima.
Sejak pukul 08.00 WIB, lautan manusia telah memenuhi area kantor kelurahan ,Warga datang membawa kartu identitas yang diperlukan ,
Mereka rela menunggu selama berjam-jam demi mendapatkan bantuan pangan tersebut.
Namun, kegembiraan tidak dirasakan oleh semua orang.Medi (65 ), seorang duda tua tanpa Pekerjaan, hanya bisa duduk termenung di sudut pagar.
Ia memegang secarik kertas kartu keluarga berharap namanya masuk dalam daftar list bantuan sebagai penerima bantuan, akan tetapi sayang namanya tidak tercatat dalam program bantuan tersebut,
“Saya sudah berharap dapat bantuan seperti tetangga depan dan samping rumah, ternyata nama saya tidak ada di daftar. Padahal beras ini sangat saya tunggu untuk makan besok,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Kondisi serupa dialami oleh Anah (54), seorang ibu rumah tangga yang juga tanpa Pekerjaan, karena kehilangan mata pencahariannya pasca warung makan miliknya ludes terbakar pada beberapa waktu lalu,
Perempuan paruh baya ini mengalami luka ringan juga pasca mengalami kecelakaan,akan tetapi juga tak mendapatkan bantuan pangan berupa 30 kilogram beras,
Ia kembali harus menahan rasa kecewa yang mendalam dan hanya bisa memandang puluhan tetangganya berbondong bondong memanggul beras bantuan,
“Saya asli warga pribumi dari dulu sampai sekarang tidak pernah pindah domisili, tapi kenapa tidak pernah dapat bantuan apapun?” Tanyanya menahan kecewa,
Lurah Bojongbata Mirza Agus Faishal saat dikonfirmasi menyatakan bahwa perubahan validasi datadilakukan oleh pusat berdasarkan pembaruan data terpadu,akan tetapi terkait dengan warga yang tidak mendapatkan bantuan, pihaknya akan melakukan validasi data dengan acuan aturan yang ada,
“kami akan memfasilitasi dengan kebijaksanaan kami sendiri setiap kali kita menyalurkan bantuan pastinya ada yang mendapatkan dan ada yang ditukar atau ada yang diganti tentunya untuk warga yang tidak ada di tempat atau tidak diketahui keberadaanya, kami ganti dengan warga yang lain yang dalam data cadangan dengan syarat Desil 1 sampai 5,itu sudah menjadi arahan dari bulog,pemerintah pusat untuk mengutamakan masyarakat desil 1 sampai 5,” jelasnya ,pada Senin siang ( 24/8 ).
Dalih kuota terbatas masih menjadi alasan penyebab tidak terakomodasinya seluruh warga miskin di wilayah tersebut. Warga yang tidak mendapat bantuan hanya diminta untuk bersabar menunggu tahap berikutnya
Kesenjangan penyaluran bantuan sosial ini memicu kritik tajam dari tokoh masyarakat setempat. Warga berharap pemerintah segera melakukan audit ulang terhadap data warga miskin di lapangan. Tujuannya agar tragedi salah sasaran seperti ini tidak terus berulang dan mencederai rasa keadilan sosial bagi warga yang benar-benar membutuhkan.( Ragil).














