Berita

Binwin Catin Kemenag Tangsel Raih IKM 93,44, Berkontribusi Tekan Angka Perceraian dan Perkuat Ketahanan Keluarga Oleh: Dr.H.M .Edi Suharsongko,S.Ag, M.Pd./ Kasie Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel

×

Binwin Catin Kemenag Tangsel Raih IKM 93,44, Berkontribusi Tekan Angka Perceraian dan Perkuat Ketahanan Keluarga Oleh: Dr.H.M .Edi Suharsongko,S.Ag, M.Pd./ Kasie Bimas Islam Kemenag Kota Tangsel

Sebarkan artikel ini

Tangsel-Kabarmetro.co

 

Program Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Binwin Catin) yang diselenggarakan Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangerang Selatan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Selain meraih Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 93,44 dengan predikat “Sangat Baik”, program ini juga dinilai berkontribusi terhadap penurunan angka perceraian di Kota Tangerang Selatan dalam beberapa tahun terakhir.

Pelaksanaan Binwin Catin mengacu pada Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor 2 Tahun 2024 serta Keputusan Dirjen Bimas Islam Nomor 189 Tahun 2021, dan dilaksanakan melalui sinergi antara Kemenag Kota Tangerang Selatan dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga sejak sebelum pernikahan.

Berdasarkan hasil Survei Indeks Kepuasan Masyarakat periode 7 Oktober hingga 12 November 2025 terhadap 314 responden, program Binwin Catin memperoleh nilai 93,44 dengan kategori Sangat Baik. Aspek yang memperoleh apresiasi tertinggi adalah kualitas buku pedoman “Mewujudkan Keluarga Sakinah” dengan nilai 94,82, disusul kesesuaian materi pembelajaran dengan kebutuhan calon pengantin yang mencapai 94,35.

Dari sisi demografi peserta, sebanyak 96 persen merupakan calon pengantin berusia di atas 21 tahun. Sementara itu, tingkat pendidikan peserta didominasi lulusan SMA/SMK sebesar 48 persen dan Sarjana sebesar 48 persen, menunjukkan bahwa program ini menjangkau masyarakat yang telah memasuki usia dan tingkat kematangan yang ideal untuk membangun keluarga.

Keberhasilan program juga tercermin dari tren penurunan angka perceraian di Kota Tangerang Selatan. Data Bimas Islam Tangsel bersama Pengadilan Agama Tigaraksa mencatat jumlah perceraian menurun dari 2.754 kasus pada 2022 menjadi 2.128 kasus pada 2025. Bahkan pada tahun 2024 angka perceraian sempat turun hingga 1.980 kasus. Di sisi lain, jumlah pernikahan pada 2025 tercatat mencapai 6.179 pasangan, sehingga pembinaan pranikah dinilai menjadi salah satu langkah preventif dalam membangun keluarga yang harmonis dan tangguh.

Program Binwin Catin juga mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka pernikahan usia dini serta percepatan penurunan stunting. Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BKKBN, peserta memperoleh materi mengenai kesehatan reproduksi, kesiapan usia menikah, hingga perencanaan keluarga yang sehat. Mayoritas peserta yang telah berusia di atas 21 tahun menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menikah pada usia yang matang.

Atas komitmen tersebut, Kota Tangerang Selatan juga berhasil meraih penghargaan dari Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai Pemerintah Kota yang Peduli terhadap Layanan KUA Tingkat Nasional pada tahun 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan Kementerian Agama dalam meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, materi Binwin Catin disusun secara komprehensif sesuai petunjuk teknis Kementerian Agama, meliputi penguatan nilai Hablumminallah, Hablumminannas, hubungan dengan pemerintah, pengelolaan ekonomi keluarga, kesehatan reproduksi, hingga teknik membangun generasi berkualitas. Seluruh materi didukung dengan buku “Mewujudkan Keluarga Sakinah” yang disusun oleh Tim Bimas Islam Kemenag Kota Tangerang Selatan.

Program Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin tidak hanya menjadi persyaratan administratif sebelum menikah, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Dengan capaian IKM sebesar 93,44 serta tren penurunan angka perceraian, Binwin Catin diharapkan terus menjadi salah satu program unggulan dalam mewujudkan keluarga yang harmonis, berkualitas, dan berdaya tahan di Kota Tangerang Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *