Berita

Kelurahan Pondok Ranji Gelar Sosialisasi Pemasangan Biopori, Dorong Peran Aktif RT/RW Atasi Persoalan Sampah

×

Kelurahan Pondok Ranji Gelar Sosialisasi Pemasangan Biopori, Dorong Peran Aktif RT/RW Atasi Persoalan Sampah

Sebarkan artikel ini

Tangsel-Kabarmetro.co

 

Kelurahan Pondok Ranji menggelar sosialisasi pemasangan lubang resapan biopori yang diikuti para Ketua RT, Ketua RW, serta pegiat lingkungan. Kegiatan berlangsung di Aula Kelurahan Pondok Ranji pada Kamis (9/7/2026) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah organik sekaligus mendukung konservasi lingkungan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pondok Ranji Midih, Sekretaris Kelurahan Asmin, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Ulfasussakinah, Kepala Seksi Pemerintahan Nilam Chandra Kumala, serta narasumber dari pegiat lingkungan Anjar Deliawan yang memberikan materi mengenai manfaat, teknik pemasangan, dan pemeliharaan lubang resapan biopori.

Dalam sambutannya, Lurah Pondok Ranji Midih menegaskan bahwa program pemasangan biopori merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi volume sampah organik sekaligus meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

“Melalui APBD, anggaran yang tersedia hanya mampu membiayai sekitar 1.100 lubang biopori, sementara target yang harus dipasang mencapai 3.500 lubang. Karena itu, kami mendorong para Ketua RT dan RW untuk melakukan swadaya bersama masyarakat agar target tersebut dapat tercapai,” ujar Midih.

Ia berharap gerakan gotong royong dalam pemasangan biopori dapat menjadi solusi nyata terhadap persoalan sampah di wilayah Pondok Ranji sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Sementara itu, narasumber dari pegiat lingkungan, Anjar Deliawan, menyampaikan materi mengenai pentingnya biopori sebagai teknologi sederhana yang memiliki banyak manfaat, di antaranya mempercepat penyerapan air hujan, mengurangi genangan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos secara alami.

Melalui sosialisasi ini, para Ketua RT dan RW diharapkan mampu menjadi pelopor dalam mengedukasi masyarakat serta menggerakkan warga di lingkungannya masing-masing untuk memasang lubang biopori secara mandiri.

Pemerintah Kelurahan Pondok Ranji optimistis, dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, target pemasangan 3.500 lubang biopori dapat tercapai sehingga persoalan sampah organik dan resapan air di wilayah Pondok Ranji dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan.

( Okta)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *