Daerah

Pilkades Digelar di 173 Desa, Forkopimda Pemalang Gembleng Calon Kades Cegah Hoaks dan Politik Uang

0
×

Pilkades Digelar di 173 Desa, Forkopimda Pemalang Gembleng Calon Kades Cegah Hoaks dan Politik Uang

Sebarkan artikel ini

Pemalang, kabarmetro.co– Menjelang pesta demokrasi tingkat desa yang akan digelar serentak di 173 desa, ratusan calon kepala desa (cakades) se Kabupaten Pemalang mendapatkan pembekalan intensif dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinpermasdes) Kabupaten Pemalang ini dipusatkan di Aula Winner Hotel selama dua hari, 27–28 Oktober 2026.

Agenda ini menjadi langkah krusial untuk mematangkan persiapan Pilkades Serentak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 November 2026 mendatang.

Pada hari pertama, Selasa (27/10/2026), pembekalan diikuti oleh 277 orang
cakades dari enam kecamatan, yakni Pemalang, Taman, Petarukan, Bodeh, Comal, dan Ulujami.

Sementara itu, pada hari kedua dijadwalkan untuk para calon dari delapan kecamatan lainnya, meliputi Ampelgading, Bantarbolang, Watukumpul, Randudongkal, Moga, Pulosari, Belik, dan Warungpring.

Pilkades Sarana Demokrasi, Bukan Pemicu Perpecahan

Kepala Dinpermasdes Pemalang, Andri Adi, saat membacakan arahan Plt. Bupati Pemalang Nurkholes, menegaskan bahwa Pilkades adalah bagian dari proses demokrasi yang sehat, bukan ajang untuk saling memecah belah. Perbedaan pilihan politik diharapkan tidak sampai merusak kerukunan warga desa.

“Pilkades damai bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita menjaga desa agar tetap rukun dan bersaudara. Jangan sampai persaudaraan terputus hanya karena perbedaan pilihan dan kepentingan sesaat,” ujar Andri Adi.

Para cakades diimbau untuk tertib mengikuti aturan main kampanye, lebih mengedepankan adu gagasan melalui visi dan misi, serta menjauhi hoaks, fitnah, dan provokasi. Tak kalah penting, para calon diminta mampu mengendalikan para simpatisannya agar situasi tetap kondusif.

Bagi calon yang kelak terpilih, Andri berpesan agar mampu menjadi pemimpin yang merangkul seluruh warga tanpa memandang latar belakang pilihan politik. Sebaliknya, bagi yang belum terpilih diharapkan berlapang dada dan tetap
berkontribusi aktif memajukan desa.

Bentengi Diri dari Politik Uang

Dalam laporannya, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinpermasdes Kabupaten Pemalang, Wendy Resnu Pratama, menyampaikan bahwa pembekalan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan pemahaman para calon terhadap regulasi serta tanggung jawab yang diemban.

Adapun materi pembekalan meliputi:

· Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
· Netralitas TNI dalam pemilu.
· Peran tokoh agama dan masyarakat dalam merawat persatuan.
· Strategi menciptakan Pilkades yang damai dan kompetisi sehat.
· Pencegahan praktik politik uang (money politics) dan pelanggaran hukum.

Komitmen Lewat Deklarasi Damai

Melalui pembekalan ini, para calon kades diharapkan siap bertarung secara sportif dan legawa menerima apa pun hasil akhir penghitungan suara nanti.

Rangkaian acara hari pertama ditutup secara khidmat dengan pembacaan dan penandatanganan Deklarasi Damai Calon Kepala Desa. Langkah ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh kandidat demi mewujudkan Pilkades Serentak 2026 di Pemalang yang aman, tertib, berintegritas, dan bermartabat. (Teguh/Humas)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *