Tangsel-Kabarmetro.co
Pos Gizi Sahabat Anak resmi dibuka di Jalan Gunung Indah 4, RT 04/RW 011, Kampung Gunung Utara, Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Rabu (23/9/2026).
Peresmian tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Alin Hendralin, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama, Lurah Cirendeu Azis Zulfikar, serta para kader Posyandu Kelurahan Cirendeu.
Pos Gizi Sahabat Anak dibentuk sebagai salah satu wadah untuk mendukung pemantauan pola asuh orang tua sekaligus meningkatkan status gizi balita. Kegiatan yang dilakukan mencakup edukasi pengasuhan keluarga, pemeriksaan kesehatan, serta pemantauan status gizi dan tumbuh kembang anak.
Dalam sambutannya, Pilar Saga Ichsan menyampaikan bahwa pencegahan stunting perlu dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta penerapan sanitasi dan kebersihan yang baik.
Menurutnya, stunting berkaitan dengan kondisi kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu cukup lama dan dapat berdampak terhadap pertumbuhan serta perkembangan fisik dan kognitif anak.
Pilar juga menekankan pentingnya perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Ia menjelaskan, pemenuhan kebutuhan gizi perlu dimulai sejak masa kehamilan, dilanjutkan dengan pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan, kemudian pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) dengan tetap melanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun.
Selain asupan gizi, menurut Pilar, pola asuh, pemeriksaan kehamilan, persalinan di fasilitas kesehatan, imunisasi, serta pemantauan pertumbuhan anak melalui Posyandu juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan masalah gizi.
Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan sanitasi dan higienitas, antara lain mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan air bersih, menjaga kebersihan peralatan makan, serta tidak membuang air besar sembarangan.
Dalam pemberian MP-ASI, Pilar menyampaikan pentingnya memperhatikan empat prinsip, yakni tepat waktu, adekuat atau sesuai kebutuhan, aman dan higienis, serta diberikan secara responsif.
Sementara itu, Camat Ciputat Timur Rastra Yudhatama mengatakan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan.
Menurut Rastra, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah mendorong berbagai upaya untuk mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan status gizi masyarakat.
“Kehadiran Pos Gizi Sahabat Anak yang hari ini kita resmikan merupakan wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Rastra.
Ia menyebut Pos Gizi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pemantauan pertumbuhan anak serta tempat bagi orang tua untuk berkonsultasi mengenai pola asuh dan pemenuhan kebutuhan nutrisi anak.
Rastra juga memberikan apresiasi kepada Puskesmas, Kelurahan Cirendeu, kader kesehatan, serta penggerak PKK yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Ia mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki balita dan ibu hamil, untuk memanfaatkan keberadaan Pos Gizi Sahabat Anak sebagai sarana memperoleh informasi dan layanan terkait kesehatan serta gizi.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Alin Hendralin mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, termasuk melalui percepatan penurunan angka stunting dan penanganan kasus gizi kurang pada balita.
Menurut Alin, keberadaan Pos Gizi Sahabat Anak merupakan bentuk kolaborasi di tingkat masyarakat untuk mendekatkan akses pelayanan gizi kepada warga.
“Pos Gizi ini adalah bentuk aksi nyata dan kolaborasi tingkat bawah untuk mendekatkan akses pelayanan gizi berkualitas langsung di tengah-tengah pemukiman warga,” kata Alin.
Ia menjelaskan, kegiatan di Pos Gizi tersebut akan diarahkan pada upaya promotif dan preventif, antara lain edukasi pola asuh dan pola makan bagi orang tua, pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala oleh kader.
Alin turut mengapresiasi pihak Kelurahan Cirendeu, Puskesmas pembina, serta para kader kesehatan yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan di masyarakat.
Ia mengajak warga Kelurahan Cirendeu, khususnya keluarga yang memiliki balita maupun ibu hamil, untuk memanfaatkan Pos Gizi Sahabat Anak sebagai tempat berkonsultasi dan memperoleh edukasi mengenai kesehatan serta pemenuhan gizi.
Peresmian Pos Gizi Sahabat Anak kemudian ditandai dengan pembukaan secara resmi oleh Alin Hendralin. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pemantauan kesehatan dan status gizi balita sekaligus memperkuat edukasi keluarga dalam upaya pencegahan stunting di wilayah Kelurahan Cirendeu.
( Okta)














