Tangsel-Kabarmetro.co
Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, semangat literasi terus digaungkan sebagai fondasi penting dalam membangun generasi unggul. Upaya tersebut salah satunya ditunjukkan oleh sosok guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kota Tangerang Selatan yang konsisten menghadirkan karya-karya inspiratif.
Adalah Dede Sahrori, Guru Bahasa Indonesia di MTsN 1 Kota Tangerang Selatan, yang tidak hanya berperan sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi juga aktif melahirkan berbagai karya tulis. Melalui ketekunan dan konsistensinya, ia berhasil menghasilkan sejumlah buku kumpulan pentigraf (cerita tiga paragraf) yang sarat makna serta refleksi kehidupan.
Beberapa karya yang telah diterbitkannya antara lain berjudul Kau Wanita Terhebat, Istri TerTinggal, Asa Terakhir, hingga Kaos Kaki 450 Ribu. Karya-karya tersebut tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang menginspirasi, baik bagi peserta didik maupun masyarakat luas.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifaudin, memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai, kehadiran guru yang produktif dalam berkarya menjadi energi positif dalam mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan pendidikan.
“Guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif berkarya, akan memberikan teladan nyata bagi peserta didik. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat budaya literasi,” ujarnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar dalam dunia pendidikan kerap berawal dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten. Dari ruang kelas yang sederhana, lahir karya-karya yang mampu menjangkau lebih banyak orang, menyampaikan pesan kehidupan, serta menumbuhkan semangat literasi yang berkelanjutan.
( Okta)












