Ciputat,KabarMetro
Pemerintah Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menggelar pelatihan kerajinan ‘epoxy resin’ selama dua hari, Senin–Selasa, 12–13 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Ciputat ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif.
Kegiatan pemberdayaan lembaga kemasyarakatan tingkat kecamatan tersebut dihadiri Camat Ciputat Erwin Gemala Putra, Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Adiyat Firmanudin, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Tangerang Selatan Rr. Truetami Ajeng Pilar Saga, Ketua Dekranasda Kecamatan Ciputat Iva Fatmawati, serta para peserta pelatihan.
Dalam sambutannya, Erwin mengatakan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus mendorong penguatan ekonomi lokal, khususnya melalui pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM. Salah satu potensi yang dinilai menjanjikan ialah kerajinan berbahan epoxy resin
Menurutnya, bahan tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai seni dan ekonomi, seperti dekorasi rumah, perhiasan, meja unik, hingga cendera mata khas Tangerang Selatan.
“Melalui kegiatan pemberdayaan ini, Pemerintah Kecamatan Ciputat bersama para pemangku kepentingan berkomitmen tidak hanya memberikan pembelajaran teori, tetapi juga mendorong peserta agar mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki desain menarik, serta didukung manajemen pemasaran yang baik,” ujarnya.
Erwin berharap, para peserta dapat memanfaatkan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan dan menjadikannya sebagai bekal membangun usaha yang mandiri, tangguh, dan inovatif.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Tangerang Selatan Rr. Truetami Ajeng Pilar Saga mengatakan, kerajinan *epoxy resin* memiliki potensi untuk dikembangkan karena dapat dikombinasikan dengan berbagai material, seperti limbah kayu, bunga kering, kain batik, dan bahan kerajinan lainnya.
Ia menilai, kreativitas dan ketekunan dalam mengolah bahan tersebut dapat menghasilkan produk dengan nilai jual yang kompetitif.
Melalui pelatihan ini, Truetami berharap tidak hanya muncul perajin baru, tetapi juga wirausaha kreatif yang mampu mengembangkan produk lokal Tangerang Selatan.
Ia pun mendorong peserta untuk aktif bertanya, mencoba berbagai teknik, serta menyerap pengetahuan dari instruktur selama kegiatan berlangsung.
Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha, dan memperkuat daya saing produk kerajinan lokal di Kota Tangerang Selatan.












