Tangsel-Kabarmetro.co
Camat Ciputat Erwin Gemala Putra bersama jajaran melakukan kegiatan Nyaba Kampung di RW 08, Kelurahan Serua Indah, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (11/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah kecamatan dan kelurahan dengan masyarakat untuk mendengar secara langsung berbagai aspirasi serta persoalan yang berkembang di lingkungan warga. Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Kecamatan Ciputat Cecep Iswadi, Lurah Serua Indah Nurshobah, serta para ketua RT di lingkungan RW 08.
Dalam sambutannya, Erwin mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat menjelang pelaksanaan pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Pra-Musrenbang).
Menurut Erwin, usulan masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan tidak semestinya hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Program pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial, keagamaan, pendidikan maupun kegiatan lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat juga dapat menjadi bagian dari usulan pembangunan.
“Tidak selalu usulan itu berupa pembangunan fisik. Kegiatan yang sifatnya pemberdayaan masyarakat juga penting untuk diusulkan,” ujar Erwin.
Ia mendorong para pengurus RT, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyampaikan berbagai kebutuhan serta program yang dianggap penting bagi lingkungan masing-masing. Pemerintah kecamatan, kata dia, memiliki perangkat yang menangani berbagai urusan sehingga aspirasi masyarakat dapat diarahkan kepada perangkat daerah terkait sesuai kewenangannya.
Sementara itu, Lurah Serua Indah Nurshobah mengatakan pihak kelurahan selama ini berupaya membangun komunikasi dengan para ketua RW dan RT dalam menentukan skala prioritas pembangunan.
Nurshobah menjelaskan, salah satu perhatian utama Kelurahan Serua Indah dalam pengusulan program adalah bedah rumah. Berdasarkan hasil musyawarah bersama para RW, program tersebut dinilai masih menjadi kebutuhan penting masyarakat.
“Untuk Musrenbang, kami memang lebih fokus kepada bedah rumah. Karena anggarannya cukup besar dan tidak bisa hanya mengandalkan proposal biasa,” kata Nurshobah.
Ia menyebut masih terdapat sekitar 45 rumah yang membutuhkan penanganan melalui program bedah rumah. Karena itu, pihak kelurahan berencana tetap menjadikan program tersebut sebagai salah satu prioritas dalam usulan Musrenbang mendatang.
Di sisi lain, untuk kebutuhan pembangunan yang bersifat teknis dan dapat ditangani melalui perangkat daerah tertentu, seperti pengaspalan jalan dalam skala terbatas, pihak kelurahan akan berupaya mengusulkannya kepada dinas terkait.
Nurshobah juga meminta para ketua RT menyampaikan berbagai usulan masyarakat melalui kelurahan agar dapat diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki kewenangan.
“Pak RT bisa menyampaikan program-program yang dibutuhkan warga melalui kelurahan. Nanti kami teruskan kepada dinas terkait,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurshobah turut menyoroti sejumlah kebutuhan pembangunan di RW 08 yang masih perlu mendapat perhatian. Salah satunya terkait akses atau fasilitas lingkungan dengan panjang sekitar 70 meter yang hingga kini belum terealisasi.
Kegiatan Nyaba Kampung kemudian dilanjutkan dengan dialog dan sesi tanya jawab. Sejumlah tokoh masyarakat dan ketua RT menyampaikan aspirasi serta persoalan yang dihadapi warga.
Beberapa isu yang muncul dalam dialog antara lain persoalan sampah, layanan kesehatan, pendidikan, serta pemanfaatan lahan.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah kecamatan berharap aspirasi yang disampaikan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan. Selain menyerap usulan fisik, pemerintah juga mendorong agar program pemberdayaan masyarakat dan kebutuhan sosial lainnya mendapat ruang dalam proses perencanaan pembangunan di tingkat wilayah.
( Okta)














