Daerah

Setelah Uncu Wenda Akui “Main Proyek”, Publik Tanya: Kapan Anggota Dewan Akui Sesuai Data Cepu Magang?

×

Setelah Uncu Wenda Akui “Main Proyek”, Publik Tanya: Kapan Anggota Dewan Akui Sesuai Data Cepu Magang?

Sebarkan artikel ini

METRO – Pengakuan terbuka yang disampaikan oleh Uncu Wenda terkait keterlibatannya dalam praktik “main proyek” di daerah, kini menjadi sorotan besar dan memicu gelombang pertanyaan baru di masyarakat. Publik mulai menagih jawaban: Bagaimana dengan sejumlah nama Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang juga diduga terlibat dalam skema serupa, sebagaimana data yang beredar dari akun sosial media “Cepu Magang”. Senin 04, Mei 2026

Pengakuan yang Membuka Pintu

Belum lama ini, Uncu Wenda secara mengejutkan mengakui bahwa dirinya pernah terlibat dalam pengaturan proyek dan dikasih serta menerima bagian atau “fee” dari sejumlah kegiatan yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pengakuan ini sontak mengguncang publik dan membuktikan bahwa dugaan praktik korupsi dan mark-up anggaran yang selama ini menjadi pembicaraan orang banyak bukan sekadar isu kosong.

“Kalau yang sudah mengaku saja sudah membuat kita kaget, bagaimana dengan yang masih diam? Padahal banyak nama besar yang disebut-sebut juga ikut andil,” ujar BN seorang warga asal kota Metro.

Data “Cepu Magang” Jadi Sorotan

Yang kini menjadi perhatian utama adalah data dan daftar nama yang telah lama beredar dan diunggah oleh akun yang dikenal dengan nama “Cepu Magang”.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebutkan sejumlah nama Anggota DPRD yang diduga memiliki keterkaitan erat dengan pengaturan proyek, mulai dari tahap perencanaan anggaran hingga pelaksanaan fisik di lapangan.

Data tersebut menyebutkan adanya indikasi keterlibatan dalam menentukan pemenang tender, meminta komisi, hingga skema bagi hasil yang sistematis. Informasi ini sudah lama diketahui publik, namun hingga kini belum ada satupun dari nama-nama yang disebutkan yang berani maju dan mengakui atau membantah secara tegas.

Publik Minta Kejujuran

Masyarakat menilai, jika Uncu Wenda saja bisa berani mengakui perbuatannya demi kebenaran atau demi menebus kesalahan, maka seharusnya para Anggota Dewan yang juga diduga terlibat juga memiliki keberanian yang sama.

“Jangan sampai hanya orang kecil atau yang bukan pejabat yang mau mengaku, sementara yang duduk di kursi legislatif justru bersembunyi di balik jabatan dan kekuasaan.

Kalau memang benar terlibat, akui saja seperti Uncu Wenda. Itu lebih terhormat daripada terus-menerus dituduh tapi diam saja,” Ujar warga lainnya menyikapi pengakuan uncu wenda.

Publik juga menegaskan bahwa keberanian mengakui kesalahan adalah langkah awal untuk perbaikan. Namun, jika tetap memilih diam dan berpura-pura tidak tahu padahal data sudah ada di tangan masyarakat, maka kecurigaan akan semakin kuat dan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif akan semakin runtuh.

Mendesak Penegak Hukum Bertindak

Kasus ini kini menjadi tekanan besar bagi aparat penegak hukum. Dengan adanya pengakuan dari satu sisi dan data pendukung dari sisi lain, masyarakat menuntut agar proses hukum berjalan adil dan tidak pandang bulu.

“Jangan hanya yang sudah mengaku yang diproses, tapi yang namanya ada di data ‘Cepu Magang’ juga harus dipanggil, diperiksa, dan dimintai keterangan. Jangan biarkan kasus ini berhenti setengah jalan,” seru warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi maupun pengakuan dari pihak Anggota DPRD yang namanya disebut-sebut dalam daftar dugaan “main proyek” tersebut. Publik kini hanya menunggu: Apakah akan ada pengakuan lanjutan, atau kebenaran akan tetap terkubur dalam diam?

(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *